Kepala Barantan Kementerian Pertanian, Bambang, mengungkapkan bahwa adanya hambatan dalam proses ekspor sarang burung walet (SBW) Indonesia ke China atau Tiongkok bukanlah hal yang mengherankan. Protokol yang diterapkan oleh Kepabeanan China atau General Administration of Customs China (GACC) bisa menjadi penyebab utama terjadinya hambatan. Proses ekspor yang dilakukan melalui negara asing memang memerlukan persiapan dan usaha yang lebih maksimal. Oleh karena itu, para pelaku industri harus meningkatkan kualitas produk yang akan diekspor, sehingga dapat memenuhi standar internasional dan memudahkan proses ekspor ke negara lain.
Dengan keyakinan yang kuat, kita dapat menarik kesimpulan bahwa hal ini sangat penting dalam membuka wawasan para pelaku bisnis makanan dari Indonesia yang memproduksi makanan olahan dari bahan baku sea besar. Kita perlu menyadari bahwa seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kualitas dan keselamatan pangan, maka pasti akan menimbulkan kebutuhan akan jaminan ketertelusuran yang berkualitas. Oleh karena itu, dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dalam program jaminan ketertelusuran, para pelaku industri makanan dapat mempertahankan kualitas produk mereka dan menjawab kebutuhan pasar secara tepat.
Dalam sebuah diskusi yang digelar di Gedung Barantan, Jakarta pada hari Jumat, seseorang menyatakan bahwa penamaan produk harus disesuaikan dengan kebutuhan pembeli. Menurutnya, dalam memenuhi berbagai indikator yang diminta oleh Tiongkok, hal ini masih dalam koridor yang wajar.
Pada tahun 2015, terdengar kabar bahwa pemerintah Indonesia dan pemerintah China melakukan serangkaian diskusi yang intensif mengenai sejumlah kesepakatan penting di bidang protokol ekspor. Diskusi tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua negara dalam jangka panjang dan saling menguntungkan. Kabar tersebut sudah beredar sekitar enam tahun yang lalu dan sejak saat itu, kedua negara terus berupaya untuk menjalin kerjasama yang lebih erat dalam berbagai bidang.
Indonesia tidak hanya sekedar menerima tawaran dari China, melainkan telah melalui serangkaian diskusi yang panjang demi memperjuangkan kepentingan dunia usaha Indonesia. Bagi petani dan pengusaha Sarang Burung Walet, regulasi persetujuan ekspor tersebut sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha mereka. Oleh karenanya, Indonesia telah berupaya keras untuk memastikan bahwa setiap perjanjian yang dibuat dengan China tidak memberikan dampak buruk bagi kepentingan nasional.
Dalam upaya pembentukan regulasi yang adil dan seimbang, Barantan telah memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha untuk memberikan pandangan mereka. Setelah melalui proses diskusi dan musyawarah yang panjang, akhirnya regulasi tersebut disepakati bersama. Oleh karenanya, dunia usaha di Sarang Burung Walet harus tunduk dan mengikuti aturan-aturan yang telah direstui dan disahkan secara resmi.
Sejak tahun 2015 hingga 2020, protokol ekspor telah dipegang teguh oleh para pelaku industri untuk menjaga kualitas dan mutu dari produk ekspor. Meski begitu, pada bulan Juli 2021, timbul keluhan dari pelaku usaha Indonesia yang beranggapan bahwa aturan tersebut telah membatasi laju ekspor SBW dan menjadi hambatan dalam menjalankan bisnis. Oleh karenanya, perlu adanya revisi agar protokol ekspor tetap menjaga kualitas Produk Ekspor, tetapi juga memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha untuk memenuhi permintaan pasar secara lebih efektif. Dengan memperhatikan berbagai pandangan dan masukan dari para pelaku usaha, diharapkan regulasi yang direvisi dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi pertumbuhan sektor ekspor di Indonesia.
Pada bulan Juli 2021, terjadi banyak kritikan terhadap GACC akibat kurang patuhnya banyak perusahaan Sarang Burung Walet Indonesia terhadap protokol ekspor yang telah disetujui. Bahkan, kuota ekspor yang dilakukan melebihi kapasitas yang telah didaftarkan oleh GACC. Sebagai pelaku usaha yang telah menyetujui perjanjian protokol ekspor, sepatutnya semua hal yang terkait dengan ekspor harus dipatuhi secara ketat dan tidak bertentangan dengan kesepakatan yang ada. Sarana percakapan ini dimaksudkan untuk mengingatkan seluruh kalangan dunia usaha untuk tidak mudah menyalahkan orang lain, tetapi melakukan introspeksi diri dan memahami bahwa ada hal yang masih belum sempurna. Melalui refleksi ini, kita dapat meningkatkan daya saing dan memproduksi pangan berkualitas tinggi yang menjadi kunci penting kesuksesan di masa depan. Dalam perbincangan tersebut, disarankan agar setiap ekspor Sarang Burung Walet yang dilakukan ke luar negeri harus memperhatikan kualitas agar dapat membangun citra merek yang positif. Dengan fokus pada produksi Sarang Burung Walet yang berkualitas dan pengawasan yang ketat, kepercayaan konsumen terhadap produk dapat terus meningkat sehingga keberlanjutan dan penghormatan terhadap potensi sarang burung walet Indonesia semakin meningkat.
Meskipun tidak ada aturan eksplisit yang diberikan oleh pemerintah mengenai ekspor, namun ada segudang faktor yang harus diperhitungkan sesuai dengan kapasitas masing-masing perusahaan. Perusahaan haruslah mampu mengekspor dengan mematuhi prinsip-prinsip yang sangat ketat dari GACC, terlebih lagi sistem ketertelusuran di China begitu memprioritaskan kualitas produk SBW. Oleh sebab itu, perusahaan harus memastikan kapasitasnya sebelum memulai proses ekspor, agar dapat memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan secara sejalan.
Menurut Bambang, perusahaan yang masih merasa kesulitan untuk patuh pada peraturan janganlah menyalahkan pemerintah. Sebab, pemerintah sendiri hanya membantu perusahaan besar. Namun, sebaliknya, jika terdapat sebuah perusahaan yang mampu mengekspor produk dengan kualitas lebih baik, serta sanggup mematuhi setiap aturan yang ada, maka seharusnya kesempatan diberikan kepada mereka yang memang berkompeten dan layak mendapatkannya. Hal ini sangat penting untuk menumbuhkan dan meningkatkan daya saing perusahaan nasional di tingkat global.
Referensi:
https://cn.indonesiayanwoo.com/
https://ternakwalet.com/peluang-bisnis-budidaya-walet/
https://indonesiayanwoo.com/kota/jual-sarang-walet-di-jakarta-selatan-dki-jakarta.html