Kemarin, ada satu anggota yang bertanya kepada Pak Arief mengenai cara memasak sarang walet. Mereka baru saja memanen sarang walet dan biasanya hasil panen mereka dijual semua. Namun, kali ini mereka hanya akan menjual sarang yang berkualitas bagus saja. Sedangkan sarang dengan kualitas rendah seperti sarang yang patah, akan mereka konsumsi sendiri untuk keluarga mereka. Hal ini dilakukan agar tubuh tetap sehat dan kebal dari serangan penyakit, termasuk terhindar dari wabah virus corona yang sedang mewabah saat ini. Pak Arief pun memberikan panduan lengkap dan bermanfaat tentang cara memasak sarang walet yang enak dan sehat agar dapat dinikmati oleh keluarga mereka.
Saat ini, di masa pandemi, memiliki rumah burung walet bisa dianggap sebagai sebuah keberuntungan. Banyak sarang burung walet yang bisa dijual ataupun dikonsumsi oleh keluarga sendiri, sehingga tak perlu mengeluarkan uang untuk membeli sarang. Selain itu, membuat olahan dari sarang walet juga tak sulit. Tahap awal yang harus dilakukan adalah membersihkan sarang walet dari segala kotoran dan bulu halus yang terdapat di daging sarang. Bulu yang menempel di sarang bisa dicabut secara manual dengan menggunakan pinset. Dengan ini, pemilik rumah burung walet dapat memanfaatkan fasilitas yang dimilikinya dan juga bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan sarang burung walet di tengah masa pandemi ini.
Setelah sarang burung walet dibersihkan secara teliti, selanjutnya dilakukan proses pengukusan untuk mematangkan sarang walet tersebut. Setelah matang, ambil secukupnya sesuai dengan kebutuhan dan sisanya dapat disimpan dalam kulkas untuk konsumsi pada hari berikutnya. Sarang burung walet yang telah matang juga bisa dicampurkan ke dalam sup atau digunakan sebagai bahan untuk membuat minuman segar dengan menambahkan gula batu. Seperti halnya dilakukan oleh seorang teman saya di Malaysia yang bernama Chan Huam Tiam. Dia tinggal di Teluk Intan, Perak dan memiliki rumah dengan dua lantai. Lantai bawah digunakan sebagai usaha taylor, sedangkan lantai atas digunakan untuk budidaya burung walet. Belakangan ini, dia sering membuat minuman dengan menggunakan sarang burung walet sebagai bahan utamanya. Penyajiannya sangat unik dan menarik baik untuk dinikmati sendiri atau dihadirkan dalam acara spesial.
Setiap pagi di Ho Chi Min, Vietnam, Hue Nguyen, seorang kawan yang berprofesi di bidang farmasi, memiliki rutinitas memasak sarang burung walet untuk seluruh anggota keluarganya. Hue mendapatkan hasil panen sarang burung walet dari daerah RBW di Go Cong, Vietnam. Meskipun tidak semua hasil panennya dijual, sebagian besar sarang burung walet dinikmati untuk menjaga kesehatan keluarganya. Sementara itu, di Sanghai, Rudy Chen mengakui bahwa sejak pandemik virus corona merebak, minat masyarakat China untuk mengkonsumsi sarang burung walet semakin meningkat. Ketika sudah turun temurun diakui secara efektif, sarang burung walet sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh, untuk segala usia. Bermanfaat khususnya di masa saat ini.
Hafna Zahara, Kepala Karantina Departemen Pertanian Medan, mengungkapkan bahwa Indonesia terus berusaha untuk mengekspor sarang burung walet ke berbagai negara di mana komunitas China tersebar, seperti Eropa, Australia, dan Amerika. Di sisi lain, untuk pasokan sarang walet ke China, Indonesia masih bergantung pada Malaysia atau Vietnam sebagai negara perantara.
Bagi Bang Yandri Toking, agen duniawalet di Melak, Kalimantan Timur, bisnis sarang walet masih tetap berjalan baik meski pandemi Covid-19 melanda. Menurutnya, kebutuhan akan sarang mentah dari konsumennya tiap bulan tetap besar, sehingga ia ditargetkan untuk bisa memasok 100 kilogram sarang walet per bulan oleh mitranya di Jakarta. Sarang burung walet sendiri merupakan liur burung walet yang sudah dikenal sejak zaman dahulu sebagai penambah kesehatan tubuh manusia, dan dipercaya sebagai anugerah dari Allah SWT.
Referensi:
https://indonesiayanwoo.com/layanan/penjualan/
https://pencuciansarangwalet.com/cara-mudah-membersihkan-sarang-burung-walet/
https://indonesiayanwoo.com/kota/jual-sarang-walet-di-samarinda-kalimantan-timur.html