Para pemula pasti merasa sangat lega ketika melihat adanya liur walet yang mulai muncul di papan sirip. Meski hanya sebatas goresan atau bentuk kecil yang menempel di permukaannya, tetapi hal ini sudah cukup membuat hati mereka riang gembira. Mereka merasa senang melihat tanda positif, yaitu keberadaan burung walet yang mulai menginap di gedung tersebut dan membuat sarang. Selain itu, mereka juga berharap bahwa burung ini akan segera berkembang biak sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi bisnis sarang walet.
Polesan liur di papan sirip antar gedung walet selalu berbeda-beda dalam waktu yang berbeda pula. Terkadang, meski gedung baru berdiri selama dua bulan saja, sudah terlihat adanya polesan liur di papan siripnya. Namun, ada juga gedung yang berdiri selama lima bulan baru terlihat polesan tersebut. Hal tersebut menandakan bahwa walet telah menunjukkan tanda akan bersarang di sudut tempat gedung berdiri. Hal tersebut bisa terlihat jelas ketika diterangi dengan senter, yang warnanya berkilauan dengan cahaya putih.
Para member seringkali penasaran mengapa terjadi perbedaan dalam polesan papan sirip burung walet. Jawabannya adalah karena faktor biologis yang berbeda pada setiap burung walet. Burung walet yang tinggal di gedung tertentu memiliki usia yang berbeda-beda. Pada gedung yang telah berusia 2 bulan, terlihat adanya polesan liur karena burung walet sudah memasuki masa kawin dan mulai mempersiapkan sarangnya. Gedung yang masih lambat dalam pembuatan sarang karena burung walet yang masih muda dan belum mencapai usia kawin. Hal inilah yang menyebabkan pembuatan sarangnya juga agak terlambat.
Ketika ditanya mengenai berapa lama sarang walet terbentuk dari polesan liurnya, Pak Arief menjawab bahwa itu tergantung pada faktor cuaca. Jika musim hujan, proses pembuatan sarang walet hingga menjadi utuh akan lebih cepat karena faktor makanan yang melimpah dan kelembapan yang cukup, yaitu sekitar 2 bulan. Namun jika terjadi pada musim kemarau, prosesnya akan lebih lambat karena faktor suhu dan kelembapan lingkungan alam yang kering ditambah faktor makanan yang sedikit. Hal ini membuat burung walet perlu waktu agak lama untuk menyelesaikan sarangnya.
Saat Pak Arief menceritakan pengalamannya melihat fondasi sarang walet yang tipis dan memanjang sekitar 25 centimeter di papan sirip, ia menunggu hingga 1 bulan, namun fondasinya tetap bentuknya tidak berubah. Ketika ditanya apakah itu artinya burung walet pindah ke papan sirip lain atau tidak, Pak Arief menyarankan untuk mengecek apakah di lantai terdapat kotoran atau tidak. Jika tidak, burung walet yang membuat fondasi sarang di papan sirip tersebut kemungkinan sudah pindah ke posisi lain. Namun, polesan sarang itu kemungkinan akan dilanjutkan oleh burung walet baru yang memanfaatkan polesan itu sebagai “landasan sarang” dan melanjutkan menjadi sebuah sarang utuh.
Ketika ditanya apakah burung walet pendatang baru mau melanjutkan polesan liur dari walet lain, Pak Arief mengatakan bahwa bahkan sarang palsu yang terbuat dari plastik pun burung walet tetap mau melanjutkan hingga tebal. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya polesan liur bagi burung walet dalam pembentukan sarangnya.
Referensi:
https://pencuciansarangwalet.com/mengintip-air-liur-burung-walet-yang-memiliki-harga-fantastis/
https://ternakwalet.com/desain/desain-gedung-walet-ukuran-8×8/
https://pencuciansarangwalet.com/bagaimana-hukum-mengonsumsi-air-liur-burung-walet/