Untuk menjaga kondisi ruangan yang optimal bagi walet, tidak hanya suhu dan kelembapan yang perlu diatur, tetapi juga tata ruang yang benar. Dengan menata ruang dengan tepat, walet akan memiliki pilihan tempat bersembunyi yang sesuai dengan preferensi mereka. Terkadang, burung walet lebih suka berada di sudut ruangan, di bagian belakang, atau bahkan di lantai bawah. Penataan ruangan ini berhubungan dengan faktor cahaya, kenyamanan, dan keamanan agar walet merasa nyaman untuk menginap di gedung tersebut. Hasilnya, populasi walet yang menginap di gedung akan menjadi lebih beragam dari walet muda hingga walet dewasa. Dengan mengoptimalkan tata ruang, gedung walet dapat menjadi tempat yang ideal untuk walet beristirahat dan berkembang biak.
Sebelum ditanyakan mengapa RBW harus disekat, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa gedung tanpa penyekatan ruang masih banyak ditemui di beberapa daerah di Indonesia. Contohnya, di Palembang, Sumatera Selatan, saya pernah membantu mengatur tata ruang di gedung walet tanpa sekat milik Pak Rofii di OKI. Di dalam ruangan inap los, masih banyak papan sirip yang kosong dan burung walet hanya bersarang di sudut ruangan saja. Setelah saya membantu memasang sekat, gedung milik Pak Rofii terus berkembang dan bertambah produktif. Oleh karena itu, RBW perlu disekat agar ruangan dapat dioptimalkan dan bisa menghasilkan hasil yang maksimal. Meskipun ada tetangga yang tidak menggunakan sekat, namun ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas gedung walet, sehingga perlu dilakukan penyesuaian dan pengoptimalan ruang melalui sekat paralon.
Banyak petani walet selain Pak Rofii, yang memilih untuk tidak memasang sekat di ruang gedung los agar si burung walet bisa terbang dengan bebas. Hal ini berasumsi bahwa kondisi goa walet yang luas dapat ditiru dengan memberikan ruang yang terbuka. Meskipun demikian, ketika dilihat secara detail, bentuk goa walet memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga mempengaruhi karakter dari ruang yang ada di dalamnya. Terdapat ruangan yang memiliki cahaya yang terang, ruangan yang remang, dan bahkan ruangan yang gelap. Oleh karena itu, kondisi ruang tidak bisa disamakan dan memiliki karakteristik yang berbeda pula.
Dalam penyekatan koloni walet, karakteristik dari ruangan tersebut perlu diingat dan menjadi acuan penting. Untuk itu, sebuah pilihan ruang yang sesuai dengan keinginan walet perlu disediakan. Hal ini karena walet dewasa dan muda memiliki kecenderungan untuk memilih ruangan yang berbeda satu sama lain. Biasanya walet muda lebih suka memilih ruangan yang remang-remang agar dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Sedangkan walet yang sudah tua lebih memilih ruangan yang gelap untuk berkumpul dengan jenisnya. Oleh karena itu, pemilihan ruangan menjadi faktor penting dalam penyekatan koloni walet.
Meskipun ruangan tidak dibuat khusus untuk mencegah walet masuk, namun walet tetap akan memilih posisi yang paling nyaman dalam ruangan tersebut. Beberapa walet akan memilih untuk bersarang di bagian belakang atau di sudut ruangan, sementara yang lainnya memilih untuk bersarang di lantai bawah yang tidak memiliki cahaya yang cukup. Kondisi produktivitas dari RBW tergantung pada faktor waktu dan jumlah sarang yang ditemukan dalam ruangan tersebut. Apakah RBW dapat meraih produktivitas yang baik ataukah terhambat karena jumlah sarang yang terbatas?.
Jika ruangan tidak memiliki sekat, hal ini dapat berdampak pada kelebihan cahaya dalam ruangan tersebut. Sekat memiliki fungsi penting sebagai pengatur intensitas cahaya di dalam ruangan agar tidak terlalu terang ataupun terlalu gelap. Apabila ruangan tidak memiliki sekat, maka cahaya akan masuk dengan leluasa yang dapat membuat ruangan di lantai atas dekat LMB menjadi sangat terang. Situasi ini tentunya tidak nyaman bagi burung walet yang membutuhkan tempat aman dengan intensitas cahaya yang rendah. Ruangan tanpa sekat juga dapat memperlambat perkembangan populasi burung walet di setempat. Oleh karena itu, memasang sekat pada ruangan di tempat-tempat yang digunakan oleh burung walet sangat diperlukan untuk mempertahankan kualitas tempat tersebut dan membantu perkembangan populasi burung walet.
Jika diperhatikan, perilaku burung walet tersebut mampu diamati dengan mudah. Ketika berada di ruangan tanpa sekat, walet akan bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi dan terlihat sangat liar. Namun, tahukah Anda mengapa perilaku tersebut terjadi? Hal ini dikarenakan saat burung walet beradaptasi dengan lingkungan baru, mereka enggan untuk hinggap di papan sirip. Sebab, ruangan yang tidak memiliki pembatas secara otomatis akan membingungkan walet dan membuatnya kesulitan mencari tempat untuk bersarang. Akibatnya, walet hanya akan masuk dan keluar ruangan tanpa henti karena tidak dapat menemukan tempat yang terlindung. Maka dari itu, burung walet akan berusaha menurunkan dirinya ke lantai bawah yang lebih gelap untuk bersembunyi dari bahaya dan menghindari terganggu oleh kehadiran manusia.
Gedung yang tidak memiliki sekat berdampak tidak hanya pada proses adaptasi walet, tetapi juga berpengaruh terhadap kelembapan. Gedung RBW yang tidak memiliki sekat cenderung memiliki kelembapan yang rendah. Hal ini disebabkan karena kelembapan tersebar di seluruh ruangan dan tidak terkonsentrasi di setiap ruangan. Akibatnya, kualitas sarang walet terpengaruh oleh kelembapan rendah. Kelembapan rendah membuat sarang walet mudah retak, pecah, terkelupas, dan kadang jatuh ke lantai. Tentu saja, hal ini tidak diinginkan terjadi di gedung Anda, bukan? Oleh karena itu, pentingnya penyekatan ruang walet harus dipahami dengan mudah. Di tulisan selanjutnya, saya akan membahas bahan sekat dan cara penyekatan yang benar. Semoga sukses selalu!.
Referensi:
https://indonesiayanwoo.com/kota/jual-sarang-walet-di-palembang-sumatra-selatan.html
https://suarawalet.id/pentingnya-memahami-pola-pergantian-suara-burung-walet-dalam-gedung-walet.html